Ada seorang Pembaca blog yang menghubungi via email dan bertanya kepada Saya, Bagaimana cara

untuk memulai usaha bakery, sedangkan Ia belum mampu membuat produk dengan baik, namun disisi lain memiliki kemauan kuat dan Passion untuk dapat menjalaninya.

Industry Bakery masih menjadi  Promising Business atau usaha yang masih sangat menjanjikan. Angka kasar yang pernah dirilis oleh APEBI 2014 potensi bisnis Bakery yang ada di Indonesia sekitar 27 Trilliun Rupiah. Sedangkan jika dilihat dari besarnya wirasuaha di Indonesia yang pernah di rilis oleh departemen koperasi 2012 berkisar di angka 1,56% dan akan didorong menjadi 2% (4,8 juta di tahun 2014).

Bagi Anda yang berkeinginan untuk bisa memulai usaha bakery beberapa hal “ruang lingkup” ini layak  harus difahami sebelum melangkah dalam usaha bakery.

 

1. Baker  (Pembuat Roti)

 

Sebagai fondasi awal dalam menjalankan usaha roti, sebagai seorang calon  owner setidaknya anda dapat memulai dengan memiliki kemapuan bisa membuat produk roti dengan baik, minimal Anda bisa melakukan justifikasi ataupun menilai mana saja produk bakery yang memiliki potensi dapat di sukai oleh calon pelanggan  dan mereka mau membelinya. Disamping berbekal pengetahuan teknis dalam menciptakan produk Bakery, kemampuan lainya adalah mencari pekerja bagian produksi atau seorang Baker.

Sebagai seorang bisnis owner kesuksesan anda dalam menjalankan usaha sangat tergantung bagaimana kita memperlakukan Baker yang akan direkrut. Idealnya seorang Baker harus dapat memiliki kemampuan dalam membuat aneka produk bakery (roti, cake, pastry dan cookies), namun realitanya Baker dengan seluruh kemampuan di atas agak sulit di temukan.

Kenyataan di lapangan banyak mereka yang memiliki kemampuan dengan spesialisasi tertentu. Ada Baker yang bisanya hanya membuat roti, namun kurang bisa membuat cake, apalagi yang di hias atau di lakukan dekorasi,  jelas tidak semua baker dapat melakukannya. Hal utama yang harus di pertimbangkan adalah kemampuan dasar Baker tersebut dalam membuat produk rerotian.

Standard minimal ketrampilan mereka harus dapat membuat “aneka produk rerotian secara mendasar” atau basic bakery product, serta mereka memiliki pengetahuan  dalam proses pembuatan produk rerotian, baik roti, cake, pastry dan cookies dasar, dengan produk yang layak jual. Untuk memahami ilmu dasar pembuatan produk rerotian dapat di lihat di SINI.

Setelah Anda menemukan seorang Baker yang akan di pekerjakan, maka selayaknya Peran Owner dalam memandang Para Baker tersebut bukan hanya sebagai karyawan penting yang memiliki hubungan kerja semata, yang bersifat hubungan sementara. Mengapa ? Tidak di pungkiri di kalangan Industry Bakery, sangat rawan terjadi pembajakan.

Jika tingkat loyalitas yang di bangun hanya sebatas hubungan antara Karyawan dengan pemilik, maka resikonya mereka akan mudah untuk pindah kerja ke Bakery lain jika ada offering atau penawaran yang lebih baik.

Sebagai seorang Bisnis Owner,  selayaknya Anda menjadikan Baker yang memiliki ketrampilan lebih, mau maju dan berkembang , mereka di ajak membangun Paradigma  “Partnership”. Baker di ajak bermitra dalam memajukan usaha Anda. Mereka di ajak tidak hanya membuat produk, namun juga di ajak untuk maju dengan di bekali dengan ilmu cara melakukan pengembangan produk (product development ) handling product atau penanganan  produk, Leadership (kepemimpinan) dan memiliki kerjasama dengan Tim  untuk mengembangkan usaha Anda hingga berkelanjutan.

 

2. Bakery Technology atau Baking Technology

 

Setelah Anda menempatkan Baker sebagai Mitra Usaha, maka tahap selanjutnya adalah memilih teknologi bakery atau teknologi Baking yang tepat. Disini peran Anda sebagai Bisnis Owner harus memiliki inisiatif untuk memilih tehnik proses pembuatan produk mana yang paling sesuai di terapkan dalam usaha Anda.

Sebagaimana yang di ketahui, bahwa pada dasarnya proses pembuatan roti (bread making process) setidaknya ada 3 metode yang dapat di gunakan, yaitu : No-time dough (adonan cepat), Straight dough (adonan langsung) dan Sponge and dough. Untuk mempelajarinya satu-persatu anda harus dapat menguasai Pengetahuan Bahan dan Proses Pembuatan roti terlebih dahulu, yang telah di bahas secara detail di SINI.

Masing-masing dari 3 metode diatas memiliki kelebihan dalam menghasilkan roti yang akan dijual. Dari ketiga teknologi tersebut, harus di pilih mana yang paling di kuasai dan sesuai dengan kondisi produksi  yang anda miliki.

Tentunya pilihan tersebut harus di diskusikan dengan baker Anda, agar mereka dapat dengan senang hati menjalaninya sesuai dengan kemampuan teknologi yang mereka kuasai, sehingga hasil produk dapat di sukai dan disenangi pelanggan, baik pelanggan baru ataupun pelanggan yang lama, serta dapat menghasilkan produk sesuai dengan jumlah , kualitas yang di harapkan dan minim kesalahan produksi.

 

 

3. Product Development (PengembanganProduk)

 

Untuk menghindari kebosanan dan tingkat kejenuhan bagi pelanggan anda, maka perlu di lakukan pengembangan produk atau lebih tepatnya dilakukan inovasi  produk-produk yang menjadi trend setter atau acuan yang di gemari oleh pelanggan bakery, baik di Indonesia maupun di sekitar daerah anda.

Sebenarnya secara lebih luas bahwa sebagai Bisnis Owner, Anda harus melakukan proses perbaikan dari waktu ke waktu. Inovasi yang di lakukan dapat meliputi secara keseluruhan proses bisnis yang anda jalani. Kata Inovasi sendiri berasal dari penggalan kata In :artinya di dalam atau internal, Nova berarti ; sendiri atau bantuan orang lain dan kata  action yang berarti tindakan.

Sehingga secara keseluruhan Inovation merupakan proses tindakan perbaikan secara terus-menerus baik melalui orang lain (Consultant) atau  dilakukan sendiri secara internal perusahan. Sebagai prioritas perbaikan secara produk development dapat di lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ;

3.1. Perbaikan untuk produk exisiting (produk yang sudah ada)

3.2. Pengembangan Produk-produk baru (new Product  Development)

3.3. Proses Development (Pengembangan proses produksi) untuk meningkatkan kualitas produk (cita-rasa, shelf life

dan efisiensi penggunaan energi)

3.4. Packaging Development (Pengembangan penggunaan kemasan agar shelf life produk lebih tahan lama dan lebih

menarik secara visual).

3.5. Recipe Re-calculating  untuk perhitungan Harga Pokok Produksi per SKU produk atau tiap item produk

 

4. Manajemen Usaha Bakery

Sedangkan secara keseluruhan untuk meningkatkan performa usaha Anda agar memiliki tingkat profit yang optimal, maka harus di lakukan peningkatan kontrolter hadap proses bisnis yang berkontribusi terjadinya in efisiensi.

Kontrol untuk meningkatkan efisiensi dapat di lakukan secara keseluruhan proses bisnis, mulai dari Sales, Inventory, Produksi hingga outlet dapat di lakukan dengan melakukan pemantauan stok secara real time dengan menggunakan Software berbasis ERP.

Perbaikan yang lain dapat di lakukan dengan pembuatan SOP (standard Operating Procedure) yang dapat di lakukan dengan cara merekrut seorang Konsultan yang telah berpengalaman dalam usaha bakery, guna memudahkan pekerjaan Anda. Mengapa hal ini perlu dilakukan?

Biasanya para bisnis owner sudah sangat sibuk dengan rutinitas harian dalam mengelola usaha, sehingga tidak sempat membuat operating procedure atau prosedur standar operasional yang akan meningkatkan keseragaman dalam bekerja sehingga dapat menghasilkan produk yang standar dari waktu ke waktu.

SOP ini sangat di perlukan dalam pembuatan cabang baru ataupun jika berkeinginan untuk mewaralabakan usahanya. Sebagai bahan untuk memahami segala proses produksi, cara penataan produk bahan baku terutama penataan tepung terigu dan bahan-bahan lainnya serta cara pengelolaan kebersihan dan kesehatan kerja, silahkan baca dalam bundling buku A-Z bakery yang telah di jabarkan dalam Bab 8.

 

5. Pengembangan SDM (pengembangan Sumber Daya Manusia)

Sebagai bagian dari pembinaan terhadap sumberdaya manusia yang ada dalam lingkup usaha Anda, maka sebagaimana usaha lainnya, maka harus di lakukan Pengembangan Sumber Daya yang anda miliki dengan melakukan Training , Briefing ataupun Coaching.

Training dapat di lakukan dengan merekrut para Trainer atau konsultan di Bidang yang ingin anda kembangkan. Pengembangan Sumber Daya ini dapat dengan menggunakan Training yang bersifat Teknis, Motivasi ataupun peningkatan Spiritual karyawan Anda. Untuk Training yang bersifat teknis produk dapat di lihat di SINI.

Untuk Modul Training dapat Anda minta sesuai kebutuhan para pekerja Anda, mulai dari pengembangan diri dalam pembuatanProduk, Leadership, Cara melakukan Handling Complaint, Problem Solving dalam Produksi, Customer Service, Pemahaman dalam Pembukuan (PelaporanLaba / Rugi) dan lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.