telo ungu03

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh-oleh apa yang yang harus anda bawa saat berkunjung ke Jogjakarta?

Tentunya orang akan menyebutnya dengan Bakpia. Tahukah Anda asal-usul Bakpia hingga berkembang menjadi oleh-oleh khas Jogjakarta?

Dalam Ilmu Gastronomi yaitu ilmu yang mempelajari atau mengkaji hubungan antara budaya dan makanan, di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya (seni kuliner), perihal asal muasal Bakpia.

Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan baik berupa laukpauk, makanan (pangan) dan minuman.

Istilah kuliner sendiri sangat dekat dengan masyarakat. Seperti yang diketahui, Indonesia adalah negara yang tediri dari berbagai macam suku bangsa dan budaya. Hal tersebut secara otomatis berhubungan secara langsung dengan keragaman kulinernya.

Di Kota besar yang sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun internasional. Pasti memililiki kuliner khas yang tidak boleh ketinggalan untuk cicipi.

Untuk setiap jenisnya tentu saja meliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Contoh yang tidak pernah habis untuk di ketengahkan adalah Daerah Istimewa Jogjakarta yang banyak memiliki aneka ragam seni kuliner baik berupa masakan, makanan dan tentunya kudapan yang masih dapat di klasifikasikan produk Bakery yang merupakan turunan Pastry yaitu Bakpia.

Mengapa Bakpia di katakan sebagai turunan Pastry, terutama jika ditinjau dari penggunaan adonan lipat (Laminated Dough) dalam proses pembuatannya. Sedangkan jika dilihat dari aneka jenis kuliner khas lain, dapat di jumpai aneka khas masakan seperti Gudeg, Oseng-oseng mercon, ,Geplak, Getuk, Yangko ,Tiwul Cenil dan lain sebagainya.

 Bakpia adalah kue dengan isi campuran dari gula dan kacang hijau (umumnya) yang dibungkus dengan tepung. Berdasar sumberr dari wikipedia, nama bakpia berasal dari dialek Hokkian yaitu “bak” berarti daging dan “pia” yang berarti kue. Awalnya isian dari bakpia adalah daging babi.

Mengingat masyarakat Jogja banyak yang beragama Islam, pada perkembangannya diganti dengan kacang hijau.

Dewasa ini, inovasi isian bakpia mulai berkembang seperti coklat, keju, ubi ungu dan sekarang ini dapat di kembangkan aneka isian yang merupakan adaptasi dari cita rasa lain yang merupakan pengembangan dari rasa originalnya.

Dari segi rasa, bakpia memliki rasa yang unik. Paduan gula dan kacang hijau membuat rasa manis. Lapisan kulit dari bahan terigu dengan tambahan minyak nabati yang saat dipanggang akan memberikan rasa gurih.

Keberpaduan rasa manis dan gurih ini yang akan menciptakan rasa khas bakpia, yang merupakan ciri khas cita rasa yang di sukai sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar Jogjakarta, dan sebagian besar orang Indonesia.

Seiring dengan berjalannya waktu maka hampir di pastikan di benak setiap orang yang berkunjung ke Jogja akan tidak pernah lupa membawa oleh-oleh ini. Berkah tersendiri bagi mereka yang tinggal di Jogja, terutama di sentra Bakpia Pathuk.

Namun, Bakpia kini bukan lagi didominasi oleh Jogja dan anda pun bebas berkreasi dengan Bakpia menggunakan aneka rasa yang  dapat anda buat dengan cita rasa khas lokal di sekitar anda.

Apakah pernah di benak anda untuk membuat bakpia dengan rasa coklat Corverture, Bakpia dengan aneka rasa buah khas di daerah sekitar anda ataupun Bakpia yang saat digigit akan melt alias lumer di mulut.  Selamat bereksperimen dan berkreasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *