Apa yang di maksud dengan HACCP dalam Industry Pangan? Demikian kurang lebih jika judul tersebut diartikan dalama bahasa Indonesia. HACCP merupakan kepanjangan dari Hazard Analysis Critical Control Points adalah sebuah sistem yang memberikan pedoman untuk menjamin keamanan pangan atau makanan yang dapat di terapkan dalam berbagai Industri Makanan seperti Aneka Industri Pangan dari Industri minyak goreng, Industri tepung terigu, hotel, restoran , Bakery bahkan perusahaan pangan skala kecil sekalipun.

HACCP merupakann sebuah sistem yang di dasarkan pada Ilmu Pengetahuan Pangan dan sistematika dalam mengidentifikasi bahaya keamanan Pangan beserta tindakan-tindakan yang harus di lakukan guna mengendalikan bahaya tersebut. HACCP dapat di gunakan untuk menilai bahaya-bahaya yang akan muncul dalam tiap proses pengolahan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan hingga makanan siap di hadapan konsumen. Bahaya-bahaya yang akan muncul atau mungkin muncul dicegah serta di kendalikan sehingga tidak terjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan manusia. Secara prinsip caranya adalah dengan memberikan fokus dari tindakan pencegahan terjadinya keamanan pangan, bukan sebaliknya mengatasi setelah keracunan terjadi dengan mengandalkan pengujian produk akhir. Setidaknya ada 7 prinsip sistem dalam HACCP, sebagaimana berikut ;

Prinsip 1 : Berkaitan dengan analisa Bahaya
Prinsip 2 : Penentuan titik kendali kritis
Prinsip 3 : Menetapkan batas kritis
Prinsip 4 : Menetapkan system pemantauan pengendalian titik kendali kritis
Prinsip 5 : Menetapkan tindakan perbaikan untuk titik kendali kritis yang tidak dalam kendali
Prinsip 6 : Menetapkan prosedur verikasi untuk memastikan system HACCP efektif
Prinsip 7 : Menetapkan dokumentasi mengenai prosedur dan catatan yang sesuai dengan prinsip dan penerapannya.

Disarikan dari : Majalah Kulinologi vol 2, 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *