Secara definisi Usaha Bakery merupakan sebuah usaha yang berhubungan dengan produk-produk yang terbuat dari bahan baku utama tepung terigu  dan melalui proses pemanggangan. Tentunya sudah tidak asing  lagi bagi kita, bahwa yang masuk dalam kategori produk-produk bakery  diantaranya adalah ; roti, cake, biscuit, pastri dan mungkin tambahan produk-produk kue tradisional dan berbagai jenis minuman yang di jual dalam sebuah bakery shop, diluar definisi produk-produk yang masuk kategory tersebut.

Ternyata dari sisi proses pembelian yang di lakukan oleh konsumen terhadap produk-produk tersebut hampir memiliki persamaan sewaktu para pelanggan menuju sebuah bakery shop atau toko roti. Rata-rata para calon pembeli sewaktu menuju sebuah Bakery Shop mereka mencari dua kategori produk utama dalam Bakery yaitu Roti dan Cake. Menurut Analisa perspektif proses keputusan Konsumen Perilaku Konsumsi Bakery dan Cake di Bandung tahun 2013 yang tersaji dalam Bakery Magazine edisi May 2013 ada 6 tahap yang harus di lakukan oleh Konsumen dalam proses pengambilan keputusan dalam mengkonsumsi produk Bakery yaitu ;

          1. Pengenalan kebutuhan
          2. Pencarian Konsumsi
          3. Evaluasi alternatif
          4. Eksekusi Pembelian
          5. Konsumsi
          6. Evaluasi Pasca Konsumsi

 I. PENGENALAN KEBUTUHAN

Pengenalan kebutuhan merupakan perilaku bagaimana konsumen merasakan adanya masalah yang di hadapi dan berusaha mencari solusi dari kebutuhan yang di hadapi. Pemenuhan kebutuhan dalam mencari solusi dari kebutuhan pelanggan di lakukan dengan memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara membeli atau mengkonsumsi produk. Ternyata dari hasil survey menunjukkan sebagian besar konsumen membeli produk roti dan cake sebagai bahan sarapan pagi (60.14%) dan camilan (31.16%).  Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumen membeli roti untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Kenyataan di lapangan terutama di daerah Jawa Tengah cara konsumen dalam membeli roti atau produk cake adalah untuk pemenuhan kebutuhan memberikan alternatif hantaran atau oleh-oleh yang biasanya di gunakan dalam hajatan, sehingga timbul sekmentasi produk hantaran baik untuk roti atau cake.

 II. PENCARIAN INFORMASI

Dalam proses pemenuhan kebutuhan produk Bakery konsumen rata-rata berusaha mencari informasi pemenuhan kebutuhan yang meliputi ; Jenis produk, merek, harga, tempat pembelian dan informasi produk yang lainnya. Namun apabila mereka sudah terbiasa untuk membeli produk bakery pada tempat pembelian tertentu maka proses pencarian informasi akan dilalui tanpa sebuah proses pencarian yang panjang. Inilah perlunya setiap Bakery harus  selalu memberikan informasi melalui advertising ataupun Media sosial sehingga Bakery yang di miliki mudah di kenal oleh calon pelanggan yang akan memenuhi kebutuhannya.

III. EVALUASI ALTERNATIF

Tahap berikutnya adalah proses  keputusan konsumen adalah evaluasi alternatif yaitu Pelanggan sudah mulai membandingkan berbagai alternatif produk dan merek yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan berbagai kriteria tertentu. Secara sederhana dalam evaluasi alternatif konsumen rata-rata mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya ; tempat pembelian, kualitas produk (rasa dan performa produk), service (pelayanan) dan tentunya harga.

 IV. EKSEKUSI PEMBELIAN

Dalam melakukan eksekusi pembelian berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa pembeli tidak nyaman untuk membeli produk roti dan cake dengan jarak yang jauh dari tempat tinggalnya. Disini dapat menjadi acuan bagi para pengusaha bakery dapat mempertimbangkan pemilihan outlet Bakery di daerah-daerah yang dekat dengan pemukiman penduduk atau kompleks perumahan yang mudah di akses dari berbagai arah dengan lokasi yang strategis. Eksekusi pembelian meliputi tiga macam proses yaitu ; 1. Pembelian yang terencana sepenuhnya, 2. Pembelian yang separuh terencana dan, 3. Pembelian yang tidak terencana. Pembelian yang terencana terjadi ketika pelanggan sudah memiliki informasi baik produk dan merek sebelum melakukan pembelian. Artinya sebelum membeli produk, pelanggan sudah mengetahui produk dan merek sebelum mereka berangkat ke supermarket, toko roti ataupun gerai roti yang dipilihnya. Pembelian yang separuh terencana terjadi ketika konsumen sudah mengetahui produk yang akan di beli namun belum menentukan merek yang akan dibeli saat akan memasuki tempat pembelian. Disini mungkin akan terjadi proses penggalian informasi yang akan di lakukan oleh pelanggan kepada pramuniaga atau penjaga toko. Pada fase ini di butuhkan bagi para pengusaha bakery untuk memiliki team pramuniaga yang paham tentang item produk dan cara pelayanan pelanggan terutama aspek komunikasi verbal yang baik. Yang terakhir adalah Pembelian yang tidak terencana yaitu proses pembuatan keputusan pembelian saat pelanggan berada di lokasi toko atau bakery tertentu. Pembelian secara tidak terencana sering di sebut dengan istilah impuls buying atau impuls purchase. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses impuls buying  adalah promosi dalam bentuk discount, pengarahan product statement oleh pramuniaga dan promosi adanya produk baru di counter dan lain sebagainya.

 V. KONSUMSI

Setelah proses pembelian tentunya produk akan di konsumsi. Aspek evaluasi yang pertama kali di rasakan oleh pelanggan adalah aspek organoleptik atau cita rasa produk yang di beli. Mereka akan menggunakan indera pengecap dan hidung sewaktu mengkonsumsi produk sehingga akan memberikan sensasi bau dan rasa sebagai faktor utama dalam merasakan produk yang di beli.

 VI. EVALUASI PASCA KONSUMSI

Setelah mengkonsumsi produk biasanya pelanggan akan melakukan proses evaluasi dengan memberikan penilaian kesan terhadap produk roti dan cake yang di konsumsi. Mereka sudah mulai memberikan penilaian yang sederhana dengan ungkapan tertentu; seperti enak, lezat, pas rasanya yang merupakan kesan sensorial saat pelanggan mengkonsumsi produk. Pada fase ini tidak jarang pelanggan akan memberikan penilaian terhadap produk yang di konsumsi dengan persepsinya dan mulai memberitakan kepada orang dekat, sehingga akan muncul kekuatan sebuah rekomendasi produk .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *