Biasakan mencuci tangan dengan sabun
Program Good Manufacturing practicess atau GMP cakupannya cukup luas yaitu meliputi : Pekerja, bangunan dan Fasilitas, peralatan dan pengolahan proses produksi. Kali ini akan kita bahas mengenai kebersihan diri

A. Kebersihan dan kesehatan Pekerja
Kebersihan dan kesehatan pekerja ternyata berpengaruh besar terhadap kualitas produk bakery yang di hasilkan. Pekerja sebagai pelaku utama dalam program GMP harus memiliki pengetahuan, sikap dan prilaku bersih yang tercermin dari kebiasaan sehari-hari dalam proses produksi. Prinsip sanitasi pekerja yang dilakukan adalah menjaga kebersihan pekerja agar tidak terjadi kontaminasi ke produk pangan atau produk akhir yang di hasilkan. Perilaku bersih harus di lakukan dan di jalankan dengan membiasakan hal-hal sebagaimana berikut :
1. Cuci tangan

Cuci tangan harus di lakukan secara seksama dengan air bersih yang memenuhi syarat air minum, dengan sabun dan detergen. Tangan harus di cuci setelah dari toilet, sebelum bekerja, setelah memegang bahan terkontaminasi atau kapanpun jika merasa perlu. Mencuci tangan dengan sabun atau deterjen sangat efektif untuk membunuh atau mengurangi kuman yang menempel pada tangan kita. (Gambar cuci tangan dengan sabun)

2. Menjaga kebersihan dan kesehatan diri

Secara umum para pekerja di bakery harus terlihat bersih, rapi dan sehat. Kebersihan diri pekerja di mulai dengan menggunakan pakaian seragam yang melindungi bagian tubuh pekerja agar tidak mengkontaminasi produk pangan. Prinsip seragam yang di gunakan meliputi ;

  •  Penggunaan hair net atau topi untuk melindungi rambut agar tidak jatuh ke produk.
  •  Masker atau penutup hidung untuk melindungi saluran pernafasan atau hal-hal yang keluar dari saluran pernafasan dapat terlindungi dan mencegah terjadinya kontaminasi yang berasal dari mulut dan hidung.
  •  Kaos tangan : Jika di mungkinkan selalu menggunakan kaos tangan saat menyentuh produk.
  •  Sepatu produksi : Penggunaan sepatu yang terpisah antara sepatu yang di gunakan untuk produksi dan sepatu yang di gunakan sehari-hari.

3. Membangun kebiasaan bersih dan rapi dalam berbagai hal sebagaimana berikut :

  •  Memotong kuku secara rutin minimal seminggu sekali
  •  Merapikan dan memotong kumis dan jenggot (jika memelihara jenggot maka bisa menggunakan hair net khusus jenggot).
  •  Apabila ada luka yang terbuka maka tutup atau perban sebelum masuk ke ruang kerja
  •  Jika sakit yang menular (tifus, hepatitis dan disentri) tidak di perbolehkan menyentuh produk atau cuti berdasar pemeriksaan dokter.
  •  Menanggalkan jam tangan dan cincin saat akan memasuki area kerja, di karenakan cincin dan jam tangan dapat potensial sebagai penghantar kontaminan.
  •  Tidak meludah dan merokok saat berada di area bakery atau ruang produksi
  •  Tidak makan dan minum di ruang produksi karena sisa makanan dan minuman yang di makan dapat potensial sebagai sumber kontaminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *